Perhitungan PPh 21, pelaporan SPT Masa dan Tahunan, hingga migrasi Coretax — kewajiban pajak bisnis Anda ditangani akurat dan tepat waktu, patuh penuh pada peraturan perpajakan Indonesia.
Kredensial
Tiga hal yang wajib dipahami setiap pemilik bisnis sebelum tenggat pajak tiba. Memahami pajak mana yang berlaku, tarif yang benar, dan kalender pelaporan adalah pembeda antara tahun yang tenang dan pemeriksaan yang menyakitkan.
Sebagian besar bisnis di Indonesia berurusan dengan beberapa jenis pajak. Mengetahui mana yang berlaku untuk badan Anda adalah langkah pertama menuju kepatuhan.
Lapisan tarif progresif berdasarkan UU HPP, dikenakan atas penghasilan kena pajak setahun (setelah PTKP). Tabel yang akan Anda pakai setiap bulan Maret.
| Penghasilan kena pajak / tahun | Tarif |
|---|---|
| 0 – 60 jt | 5% |
| >60 – 250 jt | 15% |
| >250 – 500 jt | 25% |
| >500 jt – 5 M | 30% |
| >5 M | 35% |
Lewat tenggat, denda berjalan otomatis. Empat tanggal ini mencakup sebagian besar bisnis sepanjang tahun.
Lima usaha Palu yang sama, kini lewat lensa pajak — pajak mana yang berlaku, perhitungan persisnya, dan jebakan kepatuhan tiap kasus. Ini melengkapi tiga lensa: halaman Akuntansi mencatat pembukuan, halaman Keuangan membacanya, dan halaman ini melaporkannya ke DJP. Ikuti Akuntansi → pada setiap kasus untuk melihat dua lensa lainnya.
Kafe kecil milik orang pribadi. Wajib pajak paling sederhana: satu pajak final atas omzet, dan payroll di bawah ambang. Tapi ada fasilitas yang sering terlewat.
PP 55/2022: usaha dengan omzet ≤ Rp 4,8 M/tahun boleh memakai tarif final 0,5% dari peredaran bruto, bukan tarif normal.
| Komponen | Nilai |
|---|---|
| Omzet bruto Januari | Rp 32.930.000 |
| Tarif PPh Final (PP 55/2022) | 0,5% |
| PPh Final nominal | Rp 164.650 |
| Omzet kumulatif tahun berjalan | Rp 32.930.000 |
| PPh disetor bulan ini | Rp 0 |
PPh 21 hanya dipotong jika penghasilan tahunan karyawan melewati PTKP (TK/0 = Rp 54 jt/tahun atau Rp 4,5 jt/bulan).
| Karyawan | Bruto/bln | PTKP | PPh 21 |
|---|---|---|---|
| Rina Marlina — Barista | Rp 4.000.000 | TK/0 | Rp 0 |
| Dedy Kurniawan — Barista | Rp 4.000.000 | TK/0 | Rp 0 |
| Pak Hasan — Pemilik | — | K/1 | Rp 0 |
| TOTAL PPh 21 | Rp 0 |
Toko sembako berstatus PKP. Kewajiban utamanya PPN: memungut saat menjual, membayar saat membeli, menyetor selisihnya. Arus kas pajak yang nyata tiap bulan.
PPN Keluaran (dipungut atas penjualan) dikurangi PPN Masukan (dibayar atas pembelian). Selisih positif = kurang bayar, wajib disetor.
| Komponen | DPP | PPN 11% |
|---|---|---|
| PPN Keluaran (penjualan) | Rp 27.460.000 | Rp 3.020.600 |
| PPN Masukan (pembelian) | Rp 18.285.000 | Rp 2.011.350 |
| PPN Kurang Bayar (setor ke DJP) | Rp 1.009.250 |
Menjadi PKP mewajibkan PPN, tetapi tidak mengubah rezim PPh penghasilannya. Omzet toko masih dalam ambang UMKM.
| Kewajiban | Dasar | Hasil |
|---|---|---|
| PPh Final UMKM 0,5% | Omzet bulanan | ± Rp 137.300 |
| PPh 21 karyawan toko | Bawah PTKP | Rp 0 |
| SPT Masa PPN | Bulanan | Wajib |
Rumah perangkat lunak dengan lima karyawan bergaji di atas PTKP. Tiga kewajiban pemotongan sekaligus — dan satu risiko denda yang mudah terlewat.
Sebagai pemotong, CV Solusi memotong PPh 21 dari gaji tiap bulan dan menyetor ke DJP paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya.
| Karyawan | Bruto/bln | NPWP | PPh 21/bln |
|---|---|---|---|
| Arif — Direktur (K/2) | 18.000.000 | ✓ | 1.281.250 |
| Novia — Sr Developer (TK/0) | 11.500.000 | ✓ | 475.000 |
| Rizky — Backend (K/1) | 9.500.000 | ✓ | 188.750 |
| Dewi — UI/UX (TK/0) | 7.750.000 | Belum | 143.125 |
| Bagas — Junior (TK/0) | 6.000.000 | Belum | 60.000 |
| TOTAL | 52.750.000 | 2.148.125 |
Klien badan memotong PPh 23 atas jasa; CV Solusi memungut PPN. Keduanya mengalir terpisah dari PPh 21 karyawan.
| Kewajiban | Dasar | Tarif | Nilai |
|---|---|---|---|
| PPh 23 dipotong klien (jasa) | 180.000.000 | 2% | 3.600.000 |
| PPN Keluaran (jasa) | 180.000.000 | 11% | 19.800.000 |
Kontraktor gedung. Jasa konstruksi dikenai PPh Final Pasal 4(2), dan tenaga kerjanya campuran — sumber kesalahan PPh 21 paling umum di industri ini.
Jasa konstruksi dikenai PPh Final, dipotong pemberi kerja atas setiap termin. Tarif tergantung kualifikasi usaha pelaksana.
| Komponen | Nilai |
|---|---|
| Nilai kontrak total | Rp 2.800.000.000 |
| Termin I ditagih (DPP) | Rp 840.000.000 |
| Tarif PPh 4(2) — pelaksana berkualifikasi | 2,65% |
| PPh 4(2) dipotong (FINAL) | Rp 22.260.000 |
Staf tetap, tukang, dan pekerja harian lepas diperlakukan berbeda. Asumsi ‘semua tukang bebas pajak’ adalah jebakan mahal.
| Kelompok | Jumlah | Status | PPh 21/bln |
|---|---|---|---|
| Staf tetap (direktur, SM, admin, mandor) | 5 | Kena | 3.085.000 |
| Tukang di atas PTKP | 7 | Kena | 184.500 |
| Tukang di bawah PTKP | 2 | Bebas | Rp 0 |
| Pekerja harian lepas | 15 | Bebas | Rp 0 |
| TOTAL PPh 21 | 29 | 3.269.375 |
Kos 20 kamar milik orang pribadi. Penghasilan sewa tanah/bangunan dikenai satu pajak final yang sederhana — tetapi ada nuansa siapa yang memotong.
Persewaan tanah dan/atau bangunan dikenai PPh Final 10% dari bruto (PP 34/2017), termasuk kamar kos.
| Komponen | Nilai |
|---|---|
| Pendapatan sewa diterima | Rp 15.450.000 |
| Tarif PPh Final 4(2) — sewa | 10% |
| PPh Final terutang (FINAL) | Rp 1.545.000 |
Sebagai orang pribadi dengan usaha, Pak Haris melapor lewat SPT Tahunan 1770; sewa masuk sebagai penghasilan yang dikenai pajak final.
| Aspek | Ketentuan |
|---|---|
| Formulir SPT | 1770 (OP dengan usaha) |
| Status PPN | Sewa hunian — di luar PPN |
| PPh 21 penjaga (Pak Roslan) | Rp 1,8 jt/bln < PTKP → Rp 0 |
Mulai
Dari PPh 21 hingga SPT tahunan dan Coretax — kewajiban pajak Anda ditangani tuntas dan tepat waktu. Konsultasi pertama gratis, dibalas dalam 24 jam, langsung dari saya.
Hubungi Saya →